Yang Istimewa dari Upacara HUT ke-81 Mahkamah Agung

MARINews, Jakarta - Mahkamah Agung (MA) memperingati hari jadinya yang ke-81 pada 19 Agustus 2026. Peringatan tersebut diawali dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Agung dan diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan MA, para hakim agung, pejabat eselon I hingga IV, pejabat fungsional, serta seluruh aparatur peradilan.
Upacara peringatan HUT ke-81 Mahkamah Agung juga dilaksanakan secara serentak di seluruh satuan kerja pengadilan di Indonesia. Momentum tersebut menjadi bagian dari refleksi perjalanan panjang MA dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai lembaga peradilan tertinggi di Indonesia.
Baca Juga: Ketua MA: Peradilan Luhur Jalan Menuju Indonesia Makmur
Namun, ada yang istimewa dalam pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Mahkamah Agung tahun ini. Tiga peran penting dalam rangkaian upacara diisi oleh perempuan dari lingkungan peradilan militer. Mereka dipercaya menjadi Komandan Upacara, Pembaca Visi dan Misi Mahkamah Agung, serta Pembawa Acara.
Sebagai Komandan Upacara, tampil Letkol Chk (K) Ferry Budi Styanti, S.H., M.H., M.Tr.Mil., yang merupakan Hakim Militer pada Pengadilan Militer II-06 Jakarta.
Sementara itu, Letkol Chk (K) Silveria Supanti, S.H., M.H., Wakil Kepala Pengadilan Militer II-06 Jakarta, dipercaya membacakan Visi dan Misi Mahkamah Agung.
Adapun tugas sebagai Pembawa Acara dipercayakan kepada Letda Chk (K) Ni Kadek Ditya Anggraeni, S.H., Perwira Pertama pada Pengadilan Militer Utama.
Kehadiran tiga perempuan tersebut dalam peran-peran utama upacara menjadi salah satu sisi istimewa dalam peringatan HUT ke-81 Mahkamah Agung. Mereka tampil menjalankan tugas dengan penuh disiplin dan ketegasan, sekaligus menunjukkan kontribusi perempuan dalam berbagai lini tugas di lingkungan peradilan.

Keterlibatan mereka juga menjadi gambaran bahwa pengabdian di lembaga peradilan terbuka bagi setiap aparatur untuk mengambil peran sesuai kompetensi, tanggung jawab, dan profesionalismenya.
Peringatan HUT ke-81 Mahkamah Agung tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan dan capaian lembaga peradilan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meneguhkan semangat kebersamaan seluruh warga peradilan dalam menjalankan tugas memberikan pelayanan dan mewujudkan peradilan yang semakin baik bagi masyarakat.
Di usia ke-81, Mahkamah Agung terus melangkah dengan semangat pembaruan, profesionalisme, dan integritas, dengan melibatkan seluruh unsur warga peradilan, baik laki-laki maupun perempuan, dalam mewujudkan peradilan yang agung dan berkeadilan.
Penulis: Azzah Zain Al Hasany
Editor: Rahmansyah Faharuddin
