Lailatul Qadar sebagai Momentum Peningkatan Ketaqwaan Kepada Allah SWT Oleh Hakim pada Kultum Pengadilan Agama Buntok

73

PA Buntok |Kamis, 06 Mei 2021, Menginjak hari ke 24 bulan suci Ramadhan Dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, Pengadilan Agama Buntok kembali mengadakan Siraman Rohani (Kultum). Kali ini yang berkesempatan membawakan Kultum Hakim Pengadialan Agama Buntok Abdulloh Mubarok Al-Ahmady,S.H.I Bertempat di Mushollah PA Buntok dilaksanakan setelah shalat Dzuhur, yang diikuti oleh Ketua, Hakim, Panitera seluruh Pegawai, PPNPN Pengadilan Agama Buntok. Dalam Kultum yang di sampaikan, Adapun tema yang di bawakan beliau yaitu “ MALAM LAILATUR QADAR “

 

Lailatul Qadar sebagai Momentum Peningkatan Ketaqwaan Kepada Allah SWT

Pada suatu malam di bulan suci Ramadan Rasulullah SAW berkumpul dalam suatu majelis bersama para sahabat menyampaikan sebuah kisah dari malaikat jibril tentang Nabi Sam’un Ghozi Alaihi Salam. Beliau adalah seorang nabi yang menumpas kebatilan pada saat raja Israil berkuasa. Tubuhnya kekar, kuat bagaikan baja, bagian dari mukjizatnya adalah melunakkan besi dan merobohkan istana dalam sekejap, tidak ada yang dapat mengalahkan ketangguhannya. Namun kelemahan Beliau pada akhirnya diketahui oleh sang raja dimana ia mengutus prajuritnya untuk membjuk sang istri Nabi dengan limpahan harta, emas, permata dan lain sebagainya, sontak istri pun bersedia untuk menaklukan suaminya demi sang raja. Lebih lanjut, sang istri pun mengikat Nabi Sam’un dengan potongan rambutnya pada saat Beliau tertidur, alhasil Beliau tidak berdaya dibuatnya dan diserahkan kepada sang raja, kemudian Beliau disiksa. Pada saat penyiksaan tersebut berlangsung Nabi Sam’un bertaubat terhadap dosa-dosa yang telah dibuat seraya berdoa kepada Allah SWT agar diberi kekuatan untuk menghancurkan kebatilan, Allah mengabulkannya dan lepaslah ikatan rambutnya tersebut atas izin Allah SWT, kemudian hancurlah raja beserta istananya tidak terkecuali istrinya tersebut. Setelah kejadian tersebut Nabi Sam’un bertaubat dan melakukan ibadah dengan mabit di tempat yang sunyi, sholat dan berdoa di malam hari dan puasa di siang hari sampai 1000 bulan lamanya.

Setelah menyampaikan kisah tersebut Baginda Rasulullah SAW pun terdiam dan berdoa kepada Allah SWT, bagaimana nasib umatnya? Umur umatnya pendek-pendek sedangkan ibadahnya kadang kalau ingat, kalau sedang di zona nyaman maka lupa dengan Tuhan, lalai beribadah, seperti itu lah Nabi Muhammad jauh berapa abad yang lalu sudah mengetahui umat manusia di zaman ini, menangis Beliau mengingat hal tersebut. Doa Nabi Muhammad SAW Ya Rabb umatku ini pendek umurnya berbeda dengan umat dahulu yang mempunyai umur panjang, selain itu juga sedikit amalnya, memohon agar umatnya dapat beribadah 1000 bulan.

Kemudian Malaikat Jibril menurunkan Surat Al Qadr dan Nabi pun tersenyum. Kemudian Hadits dari Umar bin Khattab

ومن حديث الفاروق عمر بن الخطاب ، أن نبى البر والرحمة عليه الصلاة والسلام قال:

« من أحيا ليلة سبع وعشرين من رمضان إلى الصبح فهو أحبُّ إلىّ مـن قيـام شهر رمضان كله » فقالت فاطمةُ : يا أبتِ ما تصنـع الضُّعفـاء من الرجـال والنسـاء ممـن لا يقدرون على القيام ؟

قال : « لا يضعون الوسائد فَيُتْكِئُون عليها ، ويقعدون ساعة من ساعات تلك الليلة ، ويدعون الله عزَّ وجلَّ ذلك أحبَّ إلىَّ من قيام أُمتى جميعًا شهر رمضان » .

Artinya: Barang siapa menghidupkan malam 27 Ramadan sampai dengan subuh maka hal tersebut lebih dicintai oleh Nabi Muhammad daripada bangun di setiap malam bulan suci Ramadan. Kemudian Fatimah bertanya: Wahai Ayahku, Bagaiamana jika laki-laki atau perempuan lemah dan tidak kuat melaksanakan bangun malam tersebut? Umar menjawab: Tidak meletakkan bantal dan bersandar di atasnya, Mereka dapat duduk selama satu jam di malam tersebut seraya berdoa kepada Allah Azza Wa Jalla, lebih dicintai Nabi daripada Qiyam umatku di seluruh malam bulan Suci Ramadan.

Kisah tersebut tercatat dalam kitab Mukasyafatul Qulub dan Qishasul Anbiya’ karangan Imam Al Ghazali seorang filsuf dan teolog muslim Persia (kini Iran).

Semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat bagi kita semua dan bagi saya pribadi khususnya, dan kita dapat meningkatkan kualitas ibadah puasa kita dengan Ihklas, dan  dapat menjalankan  ibadah puasa dengan sebaik-baiknya”. Tutup beliau.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1442 H

Kultum berjalan lancar dan ditutup oleh Abdul Wahid S.H. (Sekretaris) dengan mengucap Hamdalah.

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Klik Disini ya
Ada yang bisa kami bantu?
Ada yang bisa kami bantu?