Kultum Sabar Dalam Islam Oleh Panitera Muda Hukum Pengadialan Agama Buntok

39

PA. Buntok |Senin, 26 April 2021, Menginjak hari ke 14 bulan suci Ramadhan Dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, Pengadilan Agama Buntok kembali mengadakan Siraman Rohani (Kultum). Kali ini yang berkesempatan membawakan Kultum Panitera Muda Hukum Pengadialan Agama Buntok LINI Normiati,S.Ag. Bertempat di Mushollah PA Buntok dilaksanakan setelah shalat Dzuhur, yang diikuti oleh Ketua, Hakim, Panitera seluruh Pegawai, PPNPN Pengadilan Agama Buntok. Dalam Kultum yang di sampaikan, Adapun tema yang di bawakan beliau yaitu “SABAR DALAM ISLAM”

Pengertian Sabar Dalam Islam

Sabar adalah menahan diri dari segala macam bentuk kesulitan, kesedihan atau menahan diri dalam menghadapi segala sesuatu yang tidak disukai dan dibenci.
Adapun sabar secara lebih luas adalah menahan diri agar tidak mudah marah, berkeluh kesah, benci, dendam, tidak mudah putus asa, melatih diri dalam ketaatan dan membentengi diri agar tidak melakukan perbuatan keji dan maksiat.
Dalam Islam, ada tiga bentuk sabar yakni :

1. Sabar dalam menjalankan ketaatan

Dalam menjalankan ketaatan dan perintah Allah SWT akan terasa berat sehingga membutuhkan kesabaran yang tinggi. Seperti contoh sabar dalam menahan diri dari sifat malas agar tetap istiqomah dalam menjalankan kewajiban sholat tepat pada waktunya, menjalankan sholat selalu berjamaah, sabar menjalankan puasa dengan menjaga lisan, hati dan pikiran, sabar dalam menuntut ilmu dan lain sebagainya.

2. Sabar dalam menghadapi cobaan dan musibah

Orang yang beriman hendaknya bersabar atas segala ujian, cobaan dan musibah yang datang kepadanya. Percaya bahwa Allah tidak akan menguji hamba-Nya diluar batas kemampuannya. Ketika mendapatkan cobaan, maka bersabar dan ikhlas dengan apa yang terjadi. Karena sesungguhnya Allah itu bersama dengan orang-orang sabar.

3. Sabar dalam menghadapi kemaksiatan

Segala sesuatu yang haram dan dilarang Allah SWT hendaknya dijauhi. Segala bentuk maksiat itu menyenangkan, tetapi Allah melarangnya sehingga orang-orang beriman diharuskan untuk menjaga dan menahan diri dari segala bentuk maksiat dan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT.
Cobaan yang menimpa kita tentu sudah diatur oleh Allah SWT. Jika kita bersabar, Allah SWT akan melipatkan pahala dan membantu menyelesaikan semua cobaan dan ujian yang dihadapi oleh umatnya dengan cara berdoa.


Sabar adalah salah satu tingkatan maqamat yang harus dilalui oleh setiap manusia yang beriman. Manusia yang ingin berada dalam jalan Allah SWT akan melalui jalan tersebut dengan sabar.
Sifat sabar adalah menahan diri dari hal-hal yang tidak disenangi dan menahan lisan agar tidak mengeluh dan sabar yang paling lemah adalah sabar karena Allah.Meski demikian, Ibnu Taimiyah mengatakan sabar dalam menghadapi musibah merupakan sikap sabar yang paling mendominasi. Jika seseorang memiliki stres, risih, resah, dan susah maka sebaik-baiknya senjata adalah bersabar.
Hikmah bersabar tersebut, antara lain, Allah memuji orang sabar sebagai golongan orang yang beriman dan bertakwa. Allah mencintai orang-orang yang bersabar, Dia akan selalu dekat dengan orang yang bersabar, memberikan kebahagiaan pada orang-orang yang bersabar, serta Allah akan memberikan pahala dan ganjaran yang tanpa batas bagi orang-orang yangbersabar.

Selain itu, sabar bisa dikategorisasikan secara garis besar ketiga bagian yang utama, yaitu :
pertama, sabar karena pertolongan Allah. Artinya, seseorang mengetahui kesabaran karena pertolongan-Nya. Dan, Allahlah yang menganugerahkan kesabaran kepada hamba-Nya.
Kedua, sabar untuk Allah SWT. Maknanya, pendorong umat untuk bersabar adalah karena cinta pada-Nya. Penuh harap dan mendekat dengan berbagai ragam ketaatan kepada-Nya. Bukan hanya untuk memperlihatkan jiwa yang kuat dan ketabahan terhadap manusia lain ataupun tujuan lain.
Sabar merupakan kata yang sering kali diucapkan oleh lisan. Orang yang memiliki sifat sabar akan memperoleh ketenangan, ketentraman dan kelapangan hati. Sabar memang bukanlah suatu perkara mudah yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, namun tidak pula mustahil seseorang memiliki sifat penyabar.

Islam memandang sifat sabar ini sebagai salah sifat terpuji yang harus dimiliki oleh orang-orang yang beriman kepada Allah SWT.

Sabar dan ikhlas adalah kunci sukses menjalani segala cobaan, agar hati dan keyakinan kita tetap kuat bertahan, tetaplah tersenyum ketika sedang sedih dan memaafkan ketika dikecewakan, karena Allah menyukai orang mampu bersabar ketika menghadapi cobaan.


“Semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat bagi kita semua dan bagi saya pribadi khususnya, dan kita dapat meningkatkan kualitas ibadah puasa kita dengan Ihklas, dan dapat menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya”. Tutup beliau.


Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1442 H
Kultum berjalan lancar dan ditutup oleh Sri Hidayanti,S.H.I. dengan mengucap Hamdala.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Klik Disini ya
Ada yang bisa kami bantu?
Ada yang bisa kami bantu?