Dengan 10 (sepuluh) Hari Pertama di Bulan Ramadan, 2 (dua) Kenikmatan Sering Dilupakan oleh Panitera Muda Gugatan, Fix Its

131

PA. Buntok – (Kamis, 22 April 2021) di hari ke 10 puasa Ramadhan 1442, Pengadilan Agama Buntok mengisi kegiatan spiritual dengan melaksanakan kegiatan sholat dzuhur berjamaah di mushola Pengadilan Agama Buntok yang dilanjutkan dengan kuliah tujuh menit (kultum) kali ini giliran Sri Hidayanti, S.H.I (Panitera Muda Gugatan) sebagai Narasumber dan Moderator Rahman Fauzi, SE (PPNPN)


Dalam kesempatan kali ini Narasumber Sri Hidayanti, S.H.I menyampaikan kultumnya mengenai  “Kesehatan & Waktu Luang.”

Ma’asyiral muslimin wal muslimat jama’ah sholat duhur yang dirahmati Allah SWT.
Di kesempatan kali ini narasumber menyampakan hadist riwayat Bukhori, dari Ibnu ‘Abbas RA’ berkata :
Telah bersabda Rasulullah SAW
“Ada 2 kenikmatan, yang tertipu di dalam (kedua)-nya kebanyakan dari manusia yaitu nikmat sehat (kesehatan) dan nikmat waktu luang (kesempatan)”. HR. Bukhori
Jika manusia sedang diberi sakit ia akan berkata: “Nanti jika sudah sehat akan melakukan ini, melakukan itu, dan lainnya”

Namun saat sedang sehat, ia sering tidak memanfaatkan kondisinya itu untuk sebuah aktifitas yang bermanfaat untuk dunia & akhirnya Kembali melupakan apa yang direncanakan saat sedang ditimpa sakit seolah menganggap kesehatan adalah hal biasa dan bukan sebuah nikmat yang harus diisi/dimanfaatkan sebaik-baiknya Jika manusia sedang diberi sibuk. “Nanti jika sudah senggang akan melakukan ini,  melakukan itu,  dan lainnya” Namun saat sedang senggang, Ia sering tidak memanfaatkan kondisinya itu untuk sebuah aktifitas yang bermanfaat untuk dunia & akhiratnya Kembali melupakan apa yang direncanakan saat sedang sibuk seolah menganggap waktu luang dan kesenggangannya adalah hal biasa dan bukan sebuah nikmat yang harus diisi atau dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Berapa banyak manusia yang mungkin sudah memiliki segalanya, jabatan,  Namun ia diberi kondisi fisik yang sakit maka pada akhirnya,  semua kenikmatan itu-pun seolah tiada harganya lagi.
Kekayaan habis untuk berobat, waktu luang-pun dihabiskan hanya dengan terbaring di tempat tidur, Na’udzubillaahi min dzalik.

Banyak juga manusia yang sudah memiliki segalanya, kekayaan, jabatan & kesehatan fisik, Namun ia begitu sibuk dengan rutinitas pekerjaan yang terus menuntutnya. Seolah-olah ia terbelenggu oleh kesibukan yang terus menerus.

Bahkan hanya untuk sekedar bercengkerama dengan anak-istri tidak sempat (bisa) lagi, apalagi berkunjung ke sanak famili atau bersosialisasi dengan tetangga, karena demikian lelah & sempitnya waktu, ia-pun tidak dapat lagi beribadah dengan tenang. Ia telah memiliki segalanya namun ia tidak memiliki waktu untuk menikmatinya. Na’udzubillaahi min dzalik.

Oleh karena itu Kalau-pun kita saat ini belum mendapatkan apa yang diimpikan, namun bersyukurlah jika kita masih memiliki kesehatan sehingga kita dapat melakukan aktifitas apapun yang kita mau,  atau setidaknya kita masih diberikan waktu untuk menikmati hidup, diberi nikmat waktu luang bersama orang-orang yang kita sayangi.

Bercengkrama bersama orang-orang yang kita sayangi, terlebih lagi kita masih bisa melewati waktu untuk beribadah kepada-Nya dengan tenang dan khusu’ maka bersyukurlah jika masih diberikan nikmat sehat & waktu luang. Oleh karena ternyata kesehatan & waktu luang adalah nikmat yang begitu berharga.


Wallahua’lam bishshawab
Semoga ini menjadi nasihat buat saya pribadi & semua pegawai Pengadilan Agama Buntok serta semoga Allah memberikan taufiq dan hidayah-Nya sehingga kita mampu melakukan apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW, aaminn.
Kultum dilanjutkan dengan Abdulloh Mubarok Al Ahmady memimpin doa bersama serta ditutup oleh Moderator atau pembawa acara membacakan Alhamdulillah.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Klik Disini ya
Ada yang bisa kami bantu?
Ada yang bisa kami bantu?