Kultum 17 Ramadhan 1442 H, Tafakkur hadirkan Syukur di Pengadilan Agama Buntok

115

PA. Buntok – (Kamis, 29 April 2021) dihari ke 17 Puasa Ramadhan 1442, seluruh pegawai Pengadilan Agama Buntok melakukan aktifitas sebagaimana biasanya. Bulan Ramadhan tidak mengurangi semangat kerja dan prokdutifitas kinerja pegawai Pengadilan Agama Buntok. Pengadilan Agama Buntok telah berkomitmen untuk mengisi waktu istirahat yang sebentar tersebut dengan kegiatan ibadah yakni sholat zuhur berjamaah dilanjutkan dengan kuliah tujuh menit (kultum).

Pukul 11.20 WIB adzan zuhur berkumandang, seluruh pegawai Pengadilan Agama Buntok bersegera menuju ke Mushalla Pengadilan Agama Buntok untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim. Dengan dipimpin oleh Imam Ibramsyah,SH. Panitera Pengadilan Agama Buntok, seluruh pegawai Pengadilan Agama Buntok sholat zuhur berjamaah.


Setelah selesai zuhur berjamaah seluruh jamaah langsung membentuk barisan melingkar untuk mendengarkan santapan rohani ramadhan dalam kegiatan Kultum yang pada tanggal 17 Ramadhan 1442 H ini disampaikan oleh Yulianto.S.Kom. (CPNS) sebagai Moderator Poliyanto,S.Pd.I.


Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Ilahi Rabbi, Sang Pemilik seluruh jagat alam semesta beserta isinya, karena hanya atas karunia-Nya sajalah kita pada malam ini masih dapat bersama-sama menjalankan ibadah sholat tarawih di bulan ramadhan tahun ini dalam kadaan aman fi amanillah, sehat wal afiat. Mudah-mudahan setiap derap langkah bisa membuahkan pahala bagi kita semua, bisa menjadi penghapus dosa dan pengangkat derajat di hadapan Allah SWT.
Taklupa semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada jungjungan kita, suri tauladan kita semua, Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, para tabi’in, tabiut tabiahum, kepada kita semua, serta kepada seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Kaum muslimin-muslimat  yang dirahmati Allah,
Kita tentu tahu hewan cicak. Jika kita tafakuri ternyata cicak ini hidupnya merayap di dinding, sementara makanannya nyamuk atau serangga lain yang bersayap dan mampu terbang kesana kemari dengan lincahnya. Sekali lagi, cicak merayap dan tidak punya sayap, tapi makanannya bersayap dan bisa terbang.

Sepintas seperti tidak adil, karena mungkin akan sangat sulit bagi cicak untuk bertahan hidup karena sulitnya mendapat makanan. Akantetapi, karena keagungan dan kasih sayang Allah Swt., cicak tetap terpenuhi rezekinya, tetap dapat saja jatah makanannya, dimampukan oleh Allah bagi cicak untuk ikhtiar dan mendapatkan makanannya. Maasyaa Allah.

Demikianlah Allah Swt. Maha Memberi Rezeki kepada seluruh makhluk-Nya, tiada terlewat satupun juga. Allah Swt. berfirman, “Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Huud [11] : 6)

Bahkan saat kita masih ada di dalam rahim ibu, kita sama sekali belum mampu melakukan ikhtiar, belum punya pengalaman, belum berpendidikan, tapi rezeki mengalir terus kepada kita sehingga kita pun tumbuh dan berkembang hingga lahir ke dunia dan seperti sekarang ini. Saat kita sudah mampu berikhtiar pun, tetap jauh lebih banyak rezeki Allah yang menghampiri kita daripada kita yang menghampiri rezeki.

Inilah hikmah manakala kita menafakuri salah satu ciptaan Allah yaitu cicak. Sungguh tidak ada alasan bagi kita untuk meragukan rezeki Allah Swt. Semua yang kita dapatkan setiap hari setiap waktu tanpa kita pinta terlebih dahulu, udara yang kita hirup, darah yang mengalir, jantung yang berdegup, paru-paru yang memompa udara, semua adalah rezeki yang tiada ternilai. Ikhtiar kita menjemput rezeki adalah bagian dari amal sholeh kita dalam beribadah kepada Allah. Dan, hanya Allah Yang Maha Kuasa mencukupi rezeki kita.


Saudaraku, semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa yakin kepada Allah dan mensyukuri setiap karunia yang Allah berikan kepada kita.
Dan semoga Allah memudahkan kita semua mendapatkan taufik dan rahmat ampunanNya di bulan yg yang penuh rahmat ini. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shahbihii ajma’in

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Klik Disini ya
Ada yang bisa kami bantu?
Ada yang bisa kami bantu?